Berikut Kisah Tentang Dajjal Menurut Hadis-Hadis Sahih

2 min read

Berikut Kisah Tentang Dajjal Menurut Hadis Hadis Sahih new

Siapakah Dajjal? Seperti apa fitnahnya di akhir zaman? Apa saja yang ia lakukan menjelang kiamat? Bagaimana cara menghindar darinya? Simak berikut ini.

kisah tentang Dajjal menurut hadis-hadis sahih

Berdasarkan Ibnu Hajar dalam Fathul Bari, urutan rajih ttg tanda kiamat ialah sbb:

  1. Dajjal
  2. Nabi Isa
  3. Yajuj & Majuj
  4. Gempa di timur
  5. Gempa di barat
  6. Gempa di Jazirah Arab
  7. Asap
  8. Matahari terbit dari barat.
  9. Hewan melata.
  10. Api yg menggiring manusia ke mahsyar

Dajjal adalah pendusta besar

ia mengklaim sebagai Nabi, kemudian Tuhan pada akhir zaman, ia mencampuradukkan yang benar dengan yang salah. Nabi saw telah memperingatkan mengenai bahayanya fitnah dajjal dalam banyak hadis. Salah satunya ialah:

Sesungguhnya aku memperingatkan kalian. Tidak ada nabi yang tak memperingatkan kaumnya (mengenai bahaya Dajjal). Hanya saja, aku mengabarkan kepada kalian yang tak pernah dikatakan oleh Nabi sebelumku. Ketahuilah bahwa dia (Dajjal) buta sebelah matanya dan Allah tidaklah buta.

hadist tentang dajjal

Peringatan Rasulullah ini sangat serius, agar umatnya teguh dan bersabar dalam menghadapi Dajjal yang sangat berbahaya ini. Nabi bersabda, “Sejak penciptaan Adam hingga hari kiamat, Allah tak pernah menciptakan fitnah yang lebih besar daripada fitnah Dajjal.” (H.R. Thabrani).

Dajjal memiliki daya pikat yang kuat dan mampu melakukan hal-hal di luar “nalar manusia”. Orang yang mengikutinya, diberikan hujan, kelimpahan rezeki, dan kesejahteraan. Sebaliknya, orang yang menentangnya akan mengalami panceklik, kemiskinan, dan kelaparan.

Pada awalnya, Dajjal mengajak kepada kebenaran dan banyak orang yang mengikutinya. Dajjal penuh dengan kata-kata manis, tapi seiring fitnahnya yang semakin dahsyat, ia kemudian mengaku sebagai Nabi dan kemudian mengaku sebagai Tuhan.

Pada masa kemunculannya, Dajjal akan mendatangi segala tempat di bumi dengan waktu yang singkat. Suatu ketika Rasulullah ditanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana kecepatan Dajjal di bumi?” Beliau menjawab, “Seperti awan yang diikuti angin”. (HR. Muslim, Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi).

Dajjal juga berusaha memasuki Makkah & Madinah, Rasulullah bersabda, “Dajjal datang, mendaki Gunung Uhud, dan melihat ke arah Madinah. Dia kemudian berkata kepada pengikutnya, ‘Lihatkah kalian istana putih itu? Itulah Masjid Ahmad (Nabawi), kemudian dia mendatangi Madinah.

Tapi dia mendapati setiap jalan dijaga oleh malaikat yang memegang tangan terhunus. Akhirnya dia menuju Sabkhah al-Harf, berkemah di sana. Lalu Kota Madinah berguncang tiga kali, sehingga tidak ada orang munafik maupun fasik yang tidak keluar menemui Dajjal. Itulah hari pembersihan.”

hari pembersihan pada kemunculan dajjal

Pada saat Nabi menyebutkan hadis ini kpd para sahabat, masjid Nabawi hanyalah yg sederhana, atapnya terbuat dari pelepah kurma. Namun, seiring berjalannya waktu, masjid ini diperluas, diperbaiki, dan pada zaman modern menjadi “istana putih”. Akankah Dajjal muncul sebentar lagi?

Besarnya fitnah Dajjal sungguh luar biasa

Menurut riwayat, Dajjal keluar dan membuat kerusakan di muka bumi dan menyesatkan banyak sekali manusia dalam waktu yang amat singkat. Rasulullah bersabda,

“Wahai manusia, semenjak penciptaan Adam, tidak pernah ada fitnah di bumi yang lebih besar daripada fitnah Dajjal. Setiap Nabi yang diutus Allah, pasti memperingatkan umatnya ttg bahaya Dajjal.

Aku adalah Nabi terakhir dan kalian adalah umat paling akhir. Dia pasti muncul di tengah kalian. Jika dia muncul sedangkan aku masih ada di tengah kalian akulah yang menjadi pelindung umat Muslim dan melawannya, tapi kalau dia muncul di saat aku telah mati, maka setiap orang mewakili dirinya.

Dan Allah penggantiku yang memegang urusan setiap muslim. Dajjal keluar dari sebuah jalan antara Syam dan Irak kemudian dia akan berbuat kerusakan di tempat-tempat sekitarnya. Wahai hamba-hamba Allah, teguhlah pada agama kalian.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, al-Hakim).

Rasulullah berpesan agar kita menghindarinya, menjauhinya, tidak mendengarkan omongan Dajjal

Ini semata agar kita tak tergoda untuk mengikutinya. Diriwayatkan oleh Ahmad, Nabi saw. bersabda, “Barangsiapa mendengar kabar tentang kemunculan Dajjal, hendaklah dia menjauhinya.”

Rasulullah mengajarkan kita agar belindung kepada Allah swt dari fitnah Dajjal saat salat. Diriwayatkan bahwa Nabi membaca doa berikut setelah tasyahud dan sebelum salam:

“Allahumma inni audzubika min adzabil qabri, wa audzubika min fitnatil masihi dajjal, wa audzubika min itnatil mahya wal mamat, allahumma inni audzubika minal ma’tsami wal maghram.” Artinya, “Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur, fitnah Dajjal, fitnah hidup dan mati. Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari dosa dan lilitan utang.”

doa memohon perlindungan dari fitnah dajjal

Rasulullah juga berpesan jika kita melihat Dajjal agar membaca awal-awal surah al-Kahfi. Nabi bersabda, “Barangsiapa di antara kalian yang bertemu dengannya (Dajjal), hendaknya dia membacakan di hadapannya awal-awal surah al-Kahfi (HR. Muslim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *