Cara Menabung Saham Lengkap Dengan Sekuritas

6 min read

Cara Menabung Saham Lengkap Dengan Sekuritas

Artikel ini mungkin kurang cocok untuk kelas menengah yang hidupnya terlalu konsumtif atau siapapun kamu yang terlalu konsumtif, tidak disiplin dalam menabung, tidak konsisten, dan komunitas pecinta foya-foya.

Bertaubatlah wahai milenials (sekedar mungingatkan 🙏)

Menabung saham = menahan diri, untuk masa depan.

Berawal dari keresahan saya yang hobi menabung secara konsisten setiap bulannya, tapi kok duit saya tidak berkembang biak atau ludes. kalaupun nambah juga segitu2 aja, akhirnya saya mulai kenalan dengan yang namanya investasi. Cara Menabung Saham

STEP 1 (Kenalan dengan dunia investasi)

Ada berbagai jenis instrumen investasi mulai dari yang low risk low return (resiko rendah hasil rendah), sampai ke high risk high return (resiko tinggi hasil tingi). Nah saya gak berani langsung nabung ke saham. Baiknya coba kenalan sama deposito, Reksa dana, ataupun nabung emas

Kenapa saya menyarankan mencoba dulu 3 jenis investasi di atas? Kita ini butuh belajar terlebih dahulu untuk paham seperti apa sih investasi itu. Beli emas bisa di tokopeda/bukalapak, Reksa dana bisa download ipot dll, Deposito bisa coba di Jenius.

Tapi apakah 3 jenis investasi diatas bakal bikin kalian kaya? Jawabannya gak bisa.

Terus gimana kalo saham?

Jawabannya, bisa.

Tapi, ada resiko besar dalam dunia pasar modal, tapi buat saya, resiko ini bisa diminimalisir dengan belajar dan banyak membaca

STEP 2 (Mengenal saham)

Pergilah membuka halaman google lalu ketikan kata kunci “kucing imut” jika tidak keluar apa-apa. Ganti keyword menjadi “apa itu saham” *bisa juga di youtube

membeli saham itu berarti memiliki sebuah bisnis/perusahaan. tapi tentu tidak semua perusahaan hanya sebagian kecil bahkan sasngat kecil kepemilikan kita di perusahaan tersebut

Dengan kata lain, kamu menjadi bagian dari bisnis tersebut, atau disebut sebagai investor. apakah kalau nabung saham harus kaya raya dulu? Hapus pemikiran kalo mau nabung saham itu harus kaya raya dulu! Kenyataannya tidak seperti itu. Harga saham termurah yang ada di bursa perdagangan saat ini cuma 50 perak/lembarnya. Tapi Kalo kalian mau membeli saham kalian gak bisa beli per-lembar

Bursa menetapkan untuk pembelian minimal saham saat ini adalah per-100 lembar. nah 100 lembar ini disebut dengan 1 lot, masih asing dengan kata lot?

Simpelnya seperti ini

harga saham/lembar = Rp. 50,-

1 lot = Rp. 50 x 100 = Rp. 5000,-

see ? kamu bisa menjadi investor dengan modal hanya Rp. 5000

STEP 3 Sekuritas & RDI (Rekening Dana Investor)

Cara Menabung Saham adalah dengan ngebeli saham, kalian gak bisa tiba-tiba dateng ke bursa terus bilang gini.

👦: mau beli Pak

🧐: beli apa Cuy?

👦: Beli saham lah

👺: etdah mulutnya enteng bgt kaya kapas

Beli saham itu ada mekanismenya, kalian wajib mempunyai yang namanya RDI (Rekening Dana Investor)

Nah sebelum buat RDI ini, kalian harus mencari yang namanya SEKURITAS, apa itu sekuritas ? singkatnya lembaga perantara antara kalian dengan bursa untuk bertransaksi saham. Berikut adalah list SEKURITAS terbaik yang ada di indonesia.

Saran dari saya, kalian Googling/Youtube daftar sekuritas terbaik di indo. Pilih yang:

  • Terdaftar di OJK
  • Applikasi yang user friendly
  • Fee (pajak) transaksinya murah

contoh refrensinya ini, ga tau punya siapa tonton aja lah

kalo saya suka sendiri pakai Mirae Asset. Mereka adalah sekuritas terbaik untuk saat ini dengan volume transaksi terbesar. Apikasinya user friendly, fee transaksi murah. Tapi kalo kalian merasa asing dengan nama ini, bisa coba Mandiri Sekuritas/Bni Sekuritas dll.

STEP 4 [Bikin RDI di sekuritas]

Saatnya kalian tentukan mau pakai sekuritas apa. Waktunya buat daftar di kantor sekuritasnya. Googling aja kantor cabang sekuritas yg dekat dengan rumah. Tapi buat yang males bisa juga bikin RDI online seperti sekuritas indopremiere.

Bikin RDI tidak jauh beda seperti bikin rekening, yang perlu kalian siapkan adalah

  • KTP
  • NPWP
  • Buku rekening bank.

(BCA/Mandiri free biaya TopUp)

Di mirae asset, RDI terhubung langsung dengan rekening utama saya (BCA). Jadi kalo TopUp/Withdraw gak ada biaya transaksi.

Bedanya RDI dengan rekening biasa.

RDI bentuknya akun, tidak ada kartu debit, kredit dan buku tabungan.

Nah akun inilah yang kalian pake untuk Log In di trading aplikasi milik sekuritas.

Buat RDI prosesnya sekitar 1 – 2 minggu. Setelah jadi, kalian akan langsung mendapat kabar sama orang dari sekuritasnya, dan biasanya ada syarat harus top up RDI minimal 10jt. Abaikan aja, saya di mirae disuruh TopUp 10jt tapi cuma top up 3jt. Formalitas aja ini mah. Bentuk RDI tuh seperti ini:

image

STEP 4 Motivasi

RDI udah punya.

Trading App sudah instal.

Terus selanjutnya? ngapain dong

Bingung. Iya bingung dulu saya juga. Sekitar sebulanan 😑

Cari motivasinya dulu deh. Kenapa saya harus nabung saham coba?

Akhirnya secara simple jawaban tersebut terjawab.

  • Pengen nikah
  • Pengen beli rumah
  • Pengen punya passive income
  • Pengen bangun desa kucing haha

Semua ini akan saya lakukan dalam beberapa tahun ke depan. Akhirnya, saya beranikan diri juga ke dunia pasar modal

Satu lagi, saya bercita-cita rebahan dapet duit. Seperti anak-anak Twitter kalo sekarang ma. Pasar Modal adalah alternaltif terbaik untuk mewujudkan cita-cita rebahan doang tapi dapet duit! gak percaya? Tau Lo Kheng Hong? atau yang disebut Warren Buffetnya Indonesia. Kalian bisa tonton video seminar lo kheng hong

Beliau bukti dari pasar modal duitnya bisa sampe triliunan yah triliun bukan milyar lagi. Yah bisa dibilang, setelah nonton video itu, saya baru 100% yakin kalo harus nyebur ke dunia pasar modal

Foto dari @ryandirachman

STEP 5 Mendalami pasar modal

Jual-beli saham itu sebenernya simpel sekali.

Membeli saham di harga murah, kemudian dijual lagi ke orang yang mau beli dengan harga yang lebih mahal. Udah, kayak gitu doang tapi yang terpenting disini adalah mental dan mindset dari Investor itu sendiri

Karena perubahan harga saham itulah banyak orang yang memanfaatkannya untuk dapetin profit/cuan. atau yang kita sebut “Traders” Para Traders ini biasanya jual-beli saham dalam jangka waktu yang relatif pendek. Beli hari ini, jual besok. dapet untung dikit gpp asal untung

Kalo Investor gimana? Beli saham buat di hold jangka panjang. Kita akan menjual kembali saham yang kita beli ini bertahun-tahun kemudian.

Warren Buffet salah satu contoh, salah satu orang terkaya di dunia yang kerjaannya ya sebagai investor saham.

Beli saham sendiri beda dengan beli Reksa dana saham,

Reksa dana saham itu, duit kamu diserahkan ke manajer investasi, terus sama manager investasinya dibeliin saham. pastikan sebelum kalian mempercayakan uang kalian ke manager investasi gali informasi terlebih dahulu apakah manager investasi itu mempunyai track record yang baik/buruk.

Nah, setelah tau resikonya seperti apa, perlu belajar untuk meminimalisir resiko terlebih dahulu, yang penting uang kita aman. salah satu konsep yang bisa kalian gunakan

Di BEI (bursa efek indonesia), terdapat lebih dari 600 perusahaan yang sahamnya bisa dibeli. Kalo kalian liat perusahaan ada unsur “Tbk” dibelakang namanya, berarti kalian bisa beli perusahaan itu di pasar modal. Contoh PT. Indofood Sukses Makmur. Tbk

kalo beli GOJEK, Tokped, Grab dll? gak bisa lah, mereka belom Listing/IPO di bursa. Bahkan perusahaan sekelas PLN dan Pertamina aja gak ada tuh di list bursa efek indonesia.

Gimana caranya biar dana investasi kita minim resiko? Beli saham blue chip. Nah istilah Blue chip ini digunakan untuk perusahaan dengan kapitalisasi pasar lebih dari 40 Triliun. listnya bisa kalian klik dibawah ini

Tapi, ngeshortlist saham level blue chip aja tidak cukup buat mengurangi resiko, kalian harus perdalam sektor usaha perusahaannya juga. Kalo mau paling aman, cuma ada di 2 sektor menurut saya pribadi. Finance dan consumer.

Contohnya di sektor Finance dan Consumer. ada 2 emiten, Bank BCA dan makanan favorit kita semua. Indomie!

Kalau kamu beli 10 lot BBCA di tahun 2015. Biayanya 13rb atau lembar dikala itu, 1 lot berarti 1,3jt. 10 lot berarti 13jt. Kalau dijual skarang, menjadi berapa?

Foto dari @ryandirachman

Seperti itu yang disebut sebagai capital gain. Profit dari kenaikan harga saham. Tidak hanya itu, menjadi pemegang saham juga bisa dapat yang namanya dividen.

Simpelnya seperti ini, perusahaan dibuat supaya untung kan? Nah keuntungan tsb akan dibagiin ke para pemegang saham. Namanya dividen.

Foto dari @ryandirachman

Dividen itu dibagikan tiap tahun ya, jadi semakin besar keuntungan perusahaan, semakin besar pula dividen yang dibagikan. Kita akan dapat dividen hitungannya per-lembar saham yang kita punya. Contoh saya memiliki BBCA 1 lot, Sepanjang 2019 BBCA bagi dividen 355/lembar. Saya dapet Rp. 35.500 Disaat suatu industri profit besar, siapa yang akan dapetin keuntungannya?

Pegawai? nope, mereka cuma dapet honor serta bonus
CEO? nope. Betul PARA INVESTOR PEMEGANG SAHAMNYA LAH! lezat kan menjadi investor, rebahan saja tetapi dapat dapet untung, gak ngapa2in loh.

STEP 6 (Menganalisa Perusahaan)

Sekarang waktunya buat analisa dulu perusahaan yang sahamnya pengen lo beli. Mari kita belajar Fundamental perusahaan! Sekarang waktunya bikin analisa dahulu perusahaan yang sahamnya ingin kalian beli. Ayo kita belajar Fundamental perusahaan!

100% portfolio saham saya produknya nyata, bisnisnya saya mengerti. Kalau dapat amati pula peluang kedepannya gimana serta zona usahanya hendak lalu bertumbuh sebagian tahun kedepan

Next step, kalau kalian udah bikin ketetapan, kalian dapat pelajari informasi finansial perusahaannya. File informasi finansial perusahaan itu dapat di download di website resmi BEI Nah buat analisa gampangnya, download aja aps RTI busines http://www.idx.co.id

Perusahaan yang kita pilih pula harus memiliki fundamental yang bagus dong. Logikanya, masa iya kalian ingin modalin perusahaan buruk yang tiap tahunnya justru rugi, serta tak pernah untung? ngapain? Inget, membeli saham berarti kalian membeli perusahaan itu, serta menjadi bagian dari bisnisnya yang lagi berjalan.

Contoh kalian memiliki saham ICBP, indomie itu ya modalnya terbuat pake uang kalian, serta produk kalian dicintai oleh banyak orang. Seneng gak sih? Jangan pernah membeli saham perusahaan yang produknya tak kalian tahu, pahami sektor usahanya.

web resmi BEI. Nah bikin analisa gampangnya, unduh aja aps RTI busines

http://www.idx.co.id

saya ini fundamental garis keras, saya tak akan pernah beli saham perusahaan yang fundamentalnya kurang baik serta direksinya gak bagus, keperti yang kemaren rame noh permasalahan pergundikan wkwkwk.

Nah sekarang seperti ini metode analisa fundamental dari RTI business

Baca Juga Channel Youtube Indonesia Ini Bisa Menambah Wawasan Kamu Lo

Di permasalahan jiwasraya, manager pemodalan jiwasraya itu ngebeliin dana nasabahnya ke saham- saham gorengan, saya ngeliat fundamental saham2 yg dibeli jiwasraya kemaren sampe nyebut Astagfirullah.

Bego bgt asli, Bisa- bisanya beli saham yg fundamentalnya ancur- ancuran, sedih asli. Sebab sesungguhnya, nilai sebuah saham akan mengikuti fundamentalnya. Bagus ataupun tidaknya kemampuan perusahaan akan amat mempengaruhi terhadap harga sahamnya.

Nah indikator penting dalam menguasai Fundamental, kalian wajib bela

  • Equity
  • EPS
  • PBV
  • PER
  • ROE
  • DER

Segini dulu.

STEP 7 Analisa.

Kalau ingin menjadi investor, pelajari fundamental analisis. Kalau ingin menjadi traders, pelajari teknikal analisis. Sebagai bonus, terdapat lagi yang namanya youtuber analisis. Kita tinggal tontonin video2 mereka lagi bahas fundamental atau teknikalnya🤣

STEP 8 (Prosedur Membeli Saham)

Ok finally, kita hingga di poin penting thread ini, ialah menabung saham. Nah, tata cara yang dipakai adalah DCA (Dollar Cost Averaging). Metode ini telah teruji asli ngga boong serta tentu untung! Contohnya:

Foto dari @ryandirachman

Nah buat investor pendatang baru, saya jelasin secara simpel ya. Masing- masing bulan kalian memiliki uang Rp. 3.000.000 tiap tanggal 28 (abis gajian) untuk diinvestasiin. Nah di tanggal itu juga elu beliin saham.

Contoh:

  • Saham telkom 1 lot
  • Saham unilever 1 lot
  • Saham astra 1 lot
  • Saham BRI 1 lot.

Kunci suksesnya metode ini ialah disiplin serta konsisten! Lakukan terus di tanggal yang serupa, tiap bulannya. Kalau misalkan dana kalian kurang, ya spread ke sebagian saham aja yg kalian

percaya. Ini contoh notes saya😂

Foto dari @ryandirachman

Kalau bisa kalian lakukan diversifikasi, jadi tuh seperti beli dari sektor yang berbeda- beda, jadi kalau yang 1 lagi turun, 1 nya lagi bisa naik. Begituuuu

Nah, supaya lebih jelas, tonton deh videonya Pak Tommy Yu nih. Videonya terdapat 2 part.

Kelebihan tata cara ini adalah, resikonya jauh lebih kecil dibanding metode lump sum, (yang langsung jebreeet beliin seluruh saham sekaligus sampe kita misqueen) Apalagi return yang diperoleh dari metode DCA itu bisa lebih dari 10%. Belom termasuk dividen.

Baca Juga
Berikut Kisah Tentang Dajjal Menurut Hadis-Hadis Sahih
10 Aplikasi Story Instagram Terbaik Untuk Android dan iOS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *